Home » » Info Kesehatan : Waspadai Demam Thypoid

Info Kesehatan : Waspadai Demam Thypoid

Tahukah anda bahwa demam tifoid atau typhoid adalah penyakit akut yang timbul atau disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhosa.

Sementara Demam Paratifoid, penyakit yang gejalanya mirip namun lebih ringan dari Demam Tifoid disebabkan oleh S paratyphi A,B atau C.2 Bakteri S typhi hanya menginfeksi manusia.

Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja. Demam Tifoid merupakan penyakit endemik atau penyakit yang selalu ada di masyarakat sepanjang waktu walaupun dengan angka kejadian yang kecil. Insiden infeksi Salmonella tertinggi terjadi pada usia 1-4 tahun. Angka kematian lebih tinggi pada bayi,

Adapun gejala penderita Thypoid adalah demam tinggi dari 39° sampai 40 °C (103° sampai 104 °F) yang meningkat secara perlahan mulai sore hari hingga dini hari, tubuh menggigil, denyut jantung lemah /bradycardia, badan lemah /weakness, sakit kepala yang hebat pada malam hari, terutama di belakang kepala, nyeri otot myalgia, hilangnya nafsu makan, konstipasi, sakit perut, muncul penyebaran vlek merah muda ("rose spots")
Waspadai Demam Thypoid

Di daerah endemik seperti Indonesia, demam tanpa sebab yang jelas yang berlangsung lebih dari 7 hari harus dicurigai, demam tifoid sebagai salah satu diagnosis yang mungkin. Pada pemeriksaan darah rutin, kadar hemoglobin, leukosit dan trombosit bisa dalam nilai normal atau sedikit menurun. Tes fungsi hati (SGOT/SGPT) biasanya meningkat ringan. Pada anak-anak, kadar leukosit bisa meningkat sampai 20.000-25.000/mm3. Kadar trombosit yang rendah mungkin berhubungan dengan derajat keparahan penyakit.

Tifus dapat berakibat fatal, pemotongan usus atau bahkan kematian. Antibiotika, seperti ampicillin, kloramfenikol, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan ciproloxacin sering digunakan untuk merawat demam tipoid. 

Biasanya pasien diresepkan salah satu dari obat di bawah ini :

Kloramfenikol
Dosis 4x500mg/hari baiksecara oral atau itravena hingga 1 minggu atau 7  hari
Tiamfenikol
Dosis 4x500mg/hari
Kortimoksazol
Dosis 2x2 tablet. Dalam 1 tablet mengandung 400mg sulfametoksazol dan mg trimetoprim
Ampisilin dan amoksilin.
Dosis 50-150 mg/kg BB, selama 2 mingguan
Sefalosporin Generasi Ketiga
Dosis 3-4 gram dalam dekstrosa 100 cc, diberikan 1/2 jam per-infus sekali sehari selama 3-5 hari.

NB: Artikel ini bukanlah obat atau resep dokter yang bisa anda gunakan. Artikel ini hanya bersifat informatis.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts