Home » » Merokok Membuat Pria Kurang Jantan

Merokok Membuat Pria Kurang Jantan

Jika memang benar merokok dapat membuat si perokok cepat mati, mungkin dunia ini kan cepat berkurang penduduknya. Banyangkan saja, 1/3 dari penduduk indonesia merupakan para penikmat rokok. Jika satu dunia, maka dunia akan 1/3 akan kosong,.Yang jelas, merokok itu merugikan kesehatan, baik itu bagi si penikmat, ataupun yang menghirup asap rokok tersebut.

Terus sebenarnya apa itu Kromosom dan kegunaanya bagi tubuh kita, Kromosom adalah unit genetik yang terdapat dalam setiap inti sel pada semua makhluk hidup, kromosom berbentuk deret panjang molekul yang disusun oleh DNA dan protein-protein.

Kromosom sendiri tergolong 2 bagian yaitu Kromosom X dan Kromosom Y. Kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan. 

Di dalam benih ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin Perempuan mempunyai unsur X X Laki-laki mempunyai unsur X Y

Merokok Membuat Pria Kurang Jantan

Kromosom ini berfungsi sebagai penyimpanan bahan materi genetik kehidupan. Ia terdiri dari DNA, kita tahu DNA memiliki peran sangat penting, yaitu untuk menjalankan tugas sehari-hari, dan juga menyimpan setiap informasi genetik, ia dapat juga membantu langsung suatu organisme untuk tumbuh. Jadi kromosom ini memiliki fungsi yang besar dalam tubuh kita. "softilmu"

Merokok membuat pria kehilangan kromosom Y ? 

Seorang ilmuwan asal Swedia " Prof Dumanski" mengklaim bahwa penelitian baru menunjukkan merokok justru membuat sang pria menjadi kurang jantan.

Lars Fosberg dan Jan P Dumanski dari Uppsala Univeristy telah mengemukakan bahwa pria yang merokok lebih mungkin untuk kehilangan chromosones Y mereka ketika mereka semakin tua.

Menulis dalam jurnal  Sains , mereka mengatakan penelitian mereka didorong oleh temuan yang menunjukkan laki-laki beresiko menderita kanker genital kurang dari wanita, tetapi kasus tersebut lebih cenderung berakibat fatal.

Penelitian mereka menemukan bahwa perokok adalah antara 2,4 dan 4,3 kali lebih mungkin untuk kehilangan kromosom Y mereka saat mereka tumbuh dewasa, dibandingkan dengan non-perokok.

Prof Dumanski mengatakan penelitian itu dapat membantu menjelaskan mengapa laki-laki memiliki rentang hidup umumnya lebih pendek daripada wanita.

Dia mengatakan itu juga menunjukkan merokok lebih berbahaya bagi laki-laki. “Ini … mungkin yang dapat menjelaskan, mengapa pria pada umumnya memiliki rentang hidup lebih pendek dibanding wanita, dan mengapa merokok lebih berbahaya bagi laki-laki.”

Di samping dimungkinkan terkena kanker paru-paru akibat merokok –ini yang paling fatal–, merokok juga dikenal sebagai faktor risiko utama untuk berbagai penyakit serius. Merokok menjadi penyebab kematian dini di dunia akibat kondisi kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Tim peneliti ini menganalisa data lebih dari 6.000 laki-laki, dengan mempertimbangkan usia, kebiasaan olahraga, kadar kolesterol, status pendidikan, konsumsi alkohol, dan banyak faktor kesehatan dan perilaku lainnya.

Mereka menemukan pada perokok, hilangnya kromosom Y tergantung pada ‘dosis merokoknya’. Dengan kata lain, orang-orang merokok kehilangan lebih banyak, dan orang yang kemudian berhenti merokok, dimungkinkan kromosom Y pulih kembali.

Lars Forsberg, yang juga terlibat pada studi ini, mengatakan, gangguan kromosom Y akibat merokok dimungkinkan untuk pulih. “Penemuan ini bisa sangat persuasif guna memotivasi perokok untuk berhenti,” katanya.

Pro Kontra : Sementara itu para ilmuwan lainnya tidak yakin kehilangan kromosom Y dalam sel darah terkait dengan perkembangan kanker, meskipun ada kemungkinan sel-sel kekebalan dalam darah yang mengalami kehilangan kromosom Y menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk melawan sel-sel kanker

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts