Kerjasama Negara-negara Produsen Di Dunia

Kerjasama ekonomi antar negara mempunyai tujuan utama adalah untuk meningkatkan kehidupan ekonomi negara-negara yang terlibat di dalamnya. Dengan meningkatkan kehidupan ekonomi suatu negara, di harapkan negara tersebut banyak memiliki kemampuan untuk melakukan pembangunan. Apabila suatu negara kemampuan untuk membangun, pada akhirnya kesejateraan rakyat negara tersebut secara keseluruan juga akan meningkat.

Dengan demikian, kerja sama antar negara sebenarnya terbentuk karena saling membutuhkan. Karena saling membutuhkan, saling berkepentingan, dan saling terkait, kerjasama ekonomi tersebut kemudian di ikat dalam seuatu organisasi resmi international.
Kerjasama Negara-negara Produsen Di Dunia

Kerjasama Kelompok Produsen

Kegiatan Ekspor hasil-hasil alam dan komoditas pertanian merupakan sumber devisa yang paling penting bagi negara-negara berkembang. Misalnya saja Indonesia, kita pernah mengandalkan Ekspor minyak bumi sebagai penggerak perekonomian. Selain itu, Indonesia  juga dikenal sebagai produsen kopi, karet alam, dan produk pertanian lainnya.

Tetapi, negara-negara produsen hasil-hasil karet alam dan komoditas pertanian ini sering menghadapi permasalahan, yaitu tidak setabilnya harga komoditas di pasaran dunia akibat persaiangan di antara para produsen sendiri. Persaingan antara produsen dapat berbentuk persaingan harga maupun kuota (jumlah). Pada akhirnya, persaingan ini justru merugikan negara-negara produsen sendiri.

Inilah yang kemudian mendorong beberapa negara tersebut untuk melakukan kerjasama ekonomi dalam bentuk kelompok produsen. Dengan kerjasama ini diharapkan harga komuditas menjadi setabil dan bisa mengatasi berbagai permasalahan dalam perdagangan komoditas di dunia.  Beberapa jenis kerjasama antar negara-negara produsen dan keterlibatan Indonesia :

A. Kelompok Negara Produsen Kopi.

Kelompok ini di prakarsai oleh negara Brasil yang melakukan kesepakatan sebagai berikut :
1. Melakukan pembelian kopi dipasar Interntional apabila harga kopi turun. Kopi ini ditarik dari pasaran dan dimasukan kedalam persedian International. Tujuanny a agar harga kopi tidak turun
2. Persedian kopi dijual kembali kepasar jika harga kopi sudah membaik.
B. Kelompok Negara Produsen Teh.
Seperti halnya kelompok negara produsen kopi, tujuan kerjasama negara produsen teh adalah memperkuat posisi negara produsen sebagai penjual. Kelompok ini ingin agar harga Teh di pasar international bisa stabil.
C. Kelompok negara produsen karet alam.
Pada tahun 1976 melalui International Natural Agreement On Prise Stabilization, negara-negara produsen karet alam berkumpul dengan tujuan mengatur pemasaran karet di pasar international. Dalam perkumpulan tersebut, mereka sepakat unutk mengngumpulkan dana cadangan guna menyediakan stok karet alam yang akan di gunakan utnk menstabilkan pasar karet alam dunia. Kesepakatan ini di laksanakan karena pasar karet alam mendapat saingan karet sintesis yang di hasilakan oleh negara-negara maju.
D. Kelompok negara Produsen Cokelat.
Seperti halnya kelompok negara-negara produsen komuditas lainnya, kelompok ini juga bertujuan untuk menstabilkan harga Cokelat di dunia international. Untuk tujuan ini dibentuk dana cadangan bersama yang digunakan untuk membeli cokelat apa bila harga cokelat melemah.
E.Keompok Negara Produsen Minyak Bumi.

Kelompok ini dikenal dengan nama OPEC ( Organization Of Petroleum Exporting Contries ), yaitu organisasi negara-negara pengekspor minyak OPEC yang didirikan pada tanggal 14 September 1960 di Baghdad atas prakarsa Irak, Iran, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. Sedangkan Indonesia masuk menjadi anggota OPEC pada tahun 1962.
Kelompok ini didirikan dengan tujuan :
a
. Menghindari persaingan diantara negara-negara pengekspor minyak bumi
b. Menaikkan pendapatan negara-negara anggota dari sektor minyak bumi.
c. Mengusahakan  pemenuhan kebutuhan dunia akan minyak bumi.

Popular Posts