Home » » Keutamaan Berternek Sapi Potong atau Daging

Keutamaan Berternek Sapi Potong atau Daging

Ternak sapi potong sangatlah mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Hal ini di sebabkan karena ternak ini mempunyai beberapa fungsi sebagai pemenuhan kebutuhan manusia akan daging dan gizi. Beberapa contoh fungsi atau manfaat dari hewan sapi potong,  sebagai sumber protein hewani yang berkualitas tinggi, sebagai sumber tenaga kerja, sebagai alat transpotasi, sumber pupuk kandang, bisa menjadi sebuah tabungan yang bisa memenuhi kebutuhan mendadak, sebagai sumber bahan baku industri, hewan yang biasa di pakai dalam upacara keagamaan.

Jika kita melihat dari segi manfaat atau fungsi dari hewan sapi potong yang begitu besar, maka sepatutunya ternak ini mendapat perhatian supaya populasi hewan tersebut tetap terjaga. Dewasa ini, di negara kita sepat di hebohkan dengan harga jual sapi yang tergolong mahal dang langka, hal ini di sebabkan banyak faktor yang mempengaruhi harga jual sapi, salah satunya adalah dengan menurunya populasi sapi potong di negara kita. Mungkin masih ada faktor yang lain yang masih belum kita ketahui.
Keutamaan Berternek Sapi Potong atau Daging
Sapi Madura
Keutamaan Berternek Sapi Potong atau Daging
Sapi Limousin
Ada beberapa jenis atau bangsa sapi potong/daging di Indonesia yang ditemukaan, antara lain : sapi Bali, sapi Madura, sapi Onggole, sapi Brahman. Selain itu ada juga jenis sapi impor yang masuk indonesia baik itu sebagai ternak hidup maupun dalam bentuk semen (mani) beku untuk di silangkan dengan sapi-sapi lokal sebagai contoh sapi yang sudah mengalami persilangan ; Limousin, Aberden angus, Shorthorn,Hereford, dan lainya.

Memelihara sapi potong termasuk usaha petani yang paling menguntungkan, sebagai ilustrasi, usaha penggemukan sapi Bali. Dengan pakan sederhana bisa di peroleh berat badan 0,5 kg/ekor/hari. Maka dalam teori perhitunganya, jika harga hidup sapi sebesar Rp. 25.000/kg, maka kita akan memperoleh keuntungan Rp. 12.500/ekor/hari.

* PEMELIHARAAN TERNAK SAPI POTONG/DAGING

A. PEMILIHAN TERNAK

Langkah pertama adalah menentukan jenis sapi yang akan diperlihara, bangsa sapi lokal (sapi Bali, sapi Madura, sapi Onggole, sapi Brahman ) atau bangsa sapi impor (Limousin, Aberden angus, Shorthorn,Hereford). Faktor utama yang perlu dipertimbangkan sarana dan prasarana yang kita miliki. 

Memeilara sapi lokal memerlukan sarana dan prasarana yang lebih sederhana jika di bandingkan jika kita memelihara sapi import. Setelah kita sudah menentukan jenis sapi yang akan kita pelihara, maka langkah selanjutnya  menentukan sapi yang tergolong sapi bibit unggul. Beberapa kriteria sapi bibit unggul antara lain sebagai berikut :
  • Pertumbuhan sapi yang sesuai dengan umurnya.
  • Bentuk tubuh yang seimbang.
  • Telah diketahui sifat baiknya.
  •  Pandai mengasuh anak waktu melahirkan.
  • Dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitanya.
B. KANDANG

Daerah yang masih padang rumputnya masih luas, sapi-sapi masih bisa di pelihara secara ekstensif ( dibiarkan berkeliaran di padang rumput sendiri tanpa fasilitas kandang). Namun bagi daerah yang daerah yang lahan ternaknya sudah sangat terbatas, fungsi kandang sangatlah penting untuk memudahkan pemeliharaan tabpa menggangu kepentingan manusia. Persyaratan Kandang Sapi ada beberapa yang harus perlu diperhatikan antara lain ;
  • Terbuat dari bahan-bahan yang murah tetapi kuat.
  • Terang dan memiliki ventilasi yang bagus.
  • Atap bisa Genting,Rumbia,lalang.
  • Lantai sebaiknya di plaster dengan memiliki kemiringan kurang lebih 10 drajat
  • Ukuran kandang sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan jumlah sapi yang di pelihara.
C. PAKAN

Pemberian pakan sapi di sesuaikan dengan umur (pedet atau dewasa) dan tujuan pemeliharaanya (pejantan, induk atau penggemukan). Kebutuhan pakan sapi sekitar 3% dari berat hidupnya. Makanan utama sapi adalah rumput hijau segar dan rumput kering atau jerami. Selain itu sapi juga membutuhkan pakan tambahn atau yang disebut kosentrat, terutama jika sapi tersebut dalam proses pertumbuhan atau menyusui.

1. Pemeliharaan Pedet: Pemberian makanan pedet secara berangsur-angsur harus di tambah jumlahnya. Sampai umur  1 bulan sebaiknya induknya masih diberi konsentrat 3 kg/harinya. Setelah pedet berumur 1 bulan lebih mulai diberi konsentrat 0,25 kg/hr dan secara berangsur-angssur  tiap bulan di tambah 0,25 kg sehingga menjelang di sapih umur 6 bulan, takaran konsentratnya mencapai 1 kg/hr.

2. Pemeliharaan Pejantan: Pejantan sebaiknya di beri tempat olah raga atau latihan sehingga kondisi kesehatanya tetap terjaga. Diberi rumput sekitar 30-40 kg/hari dan konsentrat sebanyak 3 kg/hr.

3. Penggemukan Sapi: Pemeliharaan sapi yang ditujukan untuk mempercepat kenaikan berat badan. Ada beberapa methode yang biasanya di gunakan untuk pengemukan sapi, yaitu :
  • Pasture fattening: sapi-sapi di biarkan merumput pada padang rumput yang kualitasnya tinggi sehingga tidakperlu adanya konsentrat.
  • Dry lot fattening:  Pemberiaan makanan dalam kandang yang mengutamakan pemberian biji-bijian ( jagung dan kacang-kacangan).
  • Kombinasi dry lot fattening dan Pasture fattening.

D. PENYAKIT

Untuk mencegah terjadinya penyakit, maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Bila hendak memasukan sapi baru kedalam kelompok yang ada, pilihlah sapi yang benar-benar sehat.
2. Air yang tergenang harus segera dialirkan dan di keringkan
3. Pisahkan sapi-sapi yang sedang atau dicurigai sakit.
4. Adakan testing regular terhadap penyakit-penyakit tertentu seperti Brucellosis
5. Adakan program Vaksinasi
6. Adaka inpeksi teradap peralatan kandang secara teratur
7. Sapi yang sedang dalam keadaan luka, maka sebaiknya segera di obati.
8. Lalukan penyemprotan terhadap parasit ekternal.

* Pengembangbiakan

Untuk memudahkan penanganan ternak maka kelahiran anak dengan umur relativ bersamaan perlu diupayakan. Oleh sebab itu, musim kawin perlu di atur, hanya terjadi 4 bulan saja. Selama 4 bulan ini sekitar 80% ternak sudah bunting. Bila perkawinan alam, tugas untuk mencari betina yang  birahi di lakukan oleh pejantan sendiri.

Namun juka perkawinan dengan teknik inseminasi buatan (IB), maka deteksi birahi, di lakukan oleh petani atau inseminator, tanda-tanda yang sering nampak adalah gelisah, keluar lendir dari vagina, diam bila dinaiki. Birahi ini biasanya berlangsung singkat hanya 24 jam. Bila tidak segera dikawinkan, maka birahi ini akan terulang lagi sekitar 2-3 minggu kemudian. Lama kebuntingan 285 hari.

Munculnya birahi pertama setelah kelahiran sekitar 2-3 bulan. Munculnya pubertas sekitar umur 8-12 bulan. Sebaiknya ternak betina dikawinkan jika telah mencapai dewasa tubuh. Perkawinan menggunakan IB mempunyai beberapa keunggulan jika dibandinkan dengan kawin alam antara lain :

  1. Mengurangi biaya pemeliharaan pejantan.
  2. Memperoleh keturunan yang berkualitas genetisnya tinggi.
  3. Memungkinkan terjadinya perkawinan yang berbeda ukuran tubuhnya.
  4. Memungkinkan terjadinya perkawinan yang berbeda ukuran tubuhnya.
  5. Memungkinkan perkawinan antara ternak sapi lokal dengan pejantan Impor semen beku.
  6. Menghindari inbreeding.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts